Kamis, 17 Mei 2012

4 Bulan, 155 Pelajar Makassar Tersangkut Narkoba
ILUSTRASI
HEADLINE NEWS, MAKASSAR - Dalam kurun waktu empat bulan di tahun 2012, tercatat seorang oknum polisi, empat orang pegawai negeri sipil (PNS) dan 155 pelajar tersangkut kasus narkoba dan telah diproses oleh Polrestabes Makassar.

Menurut data yang diperoleh dari Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, polisi berhasil mengungkap 121 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 155 orang pada tahun 2012.

Jumlah ini mengalami peningkatan sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 234 kasus dengan 233 orang tersangka sepanjang 2011.

Dalam pengungkapan kasus narkoba tahun ini, polisi berhasil menyita barang bukti 1.011 butir ekstasi, 4 kilogram ganja kering, serta 450,3 gram sabu-sabu.

Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Masrur mengatakan, peredaran narkoba di Makassar kian memprihatinkan sebab mengarah ke kalangan pelajar dan anak di bawah umur.

"Peredaran narkoba di Makassar sudah sangat meresahkan, bahkan hingga ke dalam rumah tahanan (rutan) maupun lembaga pemasyarakatan (lapas). Makanya kami terus berkoordinasi dengan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN), rutan, lapas, dan menggelar ceramah-ceramah narkoba di sekolah-sekolah," katanya.

Menurut informasi yang diperoleh, lanjut Masrur, bandar narkoba di Makassar merupakan pemain lama. Bahkan, bandar yang sudah mendekam di rutan atau lapas masih bisa menjalankan bisnis haram tersebut dari balik jeruji besi.

"Diduga terpidana masih menjalankan bisnisnya, meski sudah dipenjara. Saya harapnya sih, kalau perlu Rutan dan Lapas dilengkapi dengan camera CCTV agar lebih terkontrol," harapnya.

Rabu, 16 Mei 2012

 Pasir Sisa Tambang Freeport Patut Diwaspadai
 
Tambang terbuka Grasberg merupakan bagian dari gunung api yang telah mati.Tambang yang fotonya diambil, Jumat (25/11/2011) itu rencananya akan dihentikan operasi penambangannya pada tahun 2016.
HEADLINE NEWS, TIMIKA - PT Freeport Indonesia, pertambangan penghasil emas, tembaga dan perak yang terletak di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, sejak beroperasinya tak pernah luput dari sorotan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah sisa tambang atau tailing.

Polemik ini terjawab dari hasil Penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2011 lalu, di mana kandungan logam berat dalam air sungai Ajkwa dan sungai Otomona, tempat mengalirkan limbah tambang PT. Freeport Indonesia masih berada di bawah ambang batas standar lingkungan yang ditentukan oleh Pemerintah.

Hal ini disampaikan Deputi IV, Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), limbah B3 dan sampah, Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Masnellyarti Hilman, saat mendampingi Menteri Negara Lingkungan Hidup, Bathasar Kambuaya dalam kunjungan kerja ke PT. Freeport Indonesia, Selasa (15/5/2012) kemarin di Timika, Kabupaten Mimika, Papua.

Menurut Masnellyarti, tailing atau pasir sisa tambang PT Freeport Indonesia memang mengandung logam berat yang bersifat kronis dengan kapasitas rendah. Namun jumlah tailing yang sangat besar sehingga patut diwaspadai.

Masnellyarti mengatakan, upaya dari perusahaan meminimalkan dampak dari logam berbahaya yang terkandung dalam limbah dengan menambah larutan basah untuk menurunkan kadar keasaman limbah, sehingga kandungan logam berbahaya ini tidak mempengaruhi lingkungan.“Setelah dilakukan uji karakteristik, dengan mengambil sampel di sejumlah tempat yang dianggap terjadi pencemaran, memang ada kandungan logam yang bersifat berbahaya dan beracun, namun sudah diupayakan oleh mereka mencegah sifat bahayanya itu,” tegas Masnellyarti.

Kepada wartawan di Hotel Rimba Papua, Timika, Masnellyarti dengan tegas membantah bahwa dalam proses pemisahan emas, tembaga, dan perak, PT Freeport Indonesia tidak menggunakan sianida ataupun mercuri.

Pernyataan Deputi IV, Kementerian Lingkungan Hidup ternyata berbeda dengan temuan PT. Santika Consulindo, konsultan yang dipakai oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika, saat melakukan kajian pengembangan industri pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan di Kabupaten Mimika tahun 2010 lalu.

Dari laporan akhir Penelitian yang dilakukan PT. Santika Consulindo, dinyatakan bahwa telah terjadi dampak cemaran dari polusi logam berat seperti timbal (Pb) dan Mangan (Mg) yang telah melebihi batas baku mutu air untuk biota sesuai PerMENLH Nomor 51 Tahun 2004.

Terkait temuan ini, Masnellyarti mengaku belum mendapat laporan ini. Rencananya kunjungan kerja Menteri Negara Lingkungan Hidup yang didampingi dua deputi dan sejumlah staf kementerian yang tiba kamarin pagi, sudah berkunjung ke Tembagapura. Rencananya kunjungan berlangsung hingga Rabu hari ini (16/05/2012) dan akan mengunjungi sejumlah tempat di areal perusahaan.

Selasa, 15 Mei 2012

Ada Ledakan Keras di Tengah Bentrokan
 
Motor dibakar dalam bentrok antarwarga di Kota Ambon
AMBON  - Ledakan hebat terdengar di lokasi bentrok antarwarga di kawasan Mardika Kota Ambon, Selasa (15/5/2012) pagi. Ledakan yang terjadi pukul 06.30 WIT tersebut diperkirakan terdengar hingga radius dua kilometer. Suara dentuman yang keras sempat mengagetkan warga yang tengah adulempar di dalam bentrokan.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui asal suara ledakan tersebut. Namun, diduga sejumlah warga terluka akibat ledakan tadi dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Ledakan bahkan membuat aspal di Jalan Jenderal Sudirman berlubang.  Warga yang terlibat baku lempar langsung lari berhamburan. Satu warga yang terluka langsung dievakuasi warga lainnya.

Seperti yang beritakan sebelumnya, bentrokan di Ambon terjadi saat perayaan Hari Ulang Tahun Pattimura. Kejadian bermula ketika iring–iringan obor Pattimura melintasi Kawasan Mardika Kota Ambon sekitar pukul 06.10 Wit.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, bentrokan dipicu lemparan warga ke arah obor Pattimura. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kejadian ini, namun akibat insiden tersebut, situasi di Kota Ambon sempat tegang. Ratusan aparat keamanan dari TNI dan Polisi kini masih bersiaga dengan senjata lengkap di perbatasan dua desa yang terlibat bentrok.

Sabtu, 12 Mei 2012

Inilah Jembatan di Dalam Kolong Jembatan
 
 Warga Praguman, Tuntang, kabupaten Semarang mempunyai jembatan penyeberangan yang unik. Yakni, jembatan yang dibangun didalam kolong jembatan.
UNGARAN - Kreativitas kadang muncul dari situasi yang serba terbatas. Sebuah jembatan penyeberangan di Praguman, Tuntang, kabupaten Semarang dibuat di luar kelaziman, yakni di atas sungai dalam kolong jembatan jalan raya.

Keselamatan, menjadi satu-satunya alasan mengapa jembatan ini masih bertahan sejak dari zaman Belanda. Jembatan berkonstruksi kayu ini sangat vital bagi warga kampung Praguman yang dipisahkan secara demografis oleh Jalan raya Tuntang - Salatiga yang merupakan jalur utama Semarang - Solo.

Warga Praguman Wetan yang hendak ke masjid atau sawah yang letaknya dibarat jalan raya, harus melewati jembatan ini jika tak ingin "setor" nyawa. Pasalnya, tak mudah memutus arus kendaraan yang rata-rata melintas dengan kecepatan tinggi.

"Yang paling rawan itu pada saat anak-anak masuk ke sekolah dan jam pulang sekolah. Untunglah ada jembatan itu, sehingga orangtua tak perlu was-was lagi," kata Agus Santoso (54), Pemilik warung kopi yang ada di depan SDN 1 Tuntang.
 
Warga Praguman, Tuntang, kabupaten Semarang mempunyai jembatan penyeberangan yang unik. Yakni, jembatan yang dibangun didalam kolong jembatan.
"Jembatan di bawah jembatan" begitu warga menyebut, mempunyai panjang 15 meter dan lebar 1 meter. Pada dinding kolong jembatan, terdapat dua buah lampu penerangan yang menyala 24 jam. Untuk masuk ke dalamnya, orang dewasa harus membungkuk karena tinggi kolong dari lantai jembatan kurang dari 1,2 meter.

"Dulu sebelum jembatan di atasnya direhab, jembatan penyeberangan ini cukup lebar. Ada sekitar 2,5 meter lebarnya dan tinggi 1,5 meter. Jadi warga tak terlalu membungkuk ketika masuk," kata Ariyatno (37), warga Praguman Kulon.

Sekitar tiga tahun yang lalu pemerintah membongkar jembatan di atasnya menyusul pelebaran jalan raya. Pada saat itu, kata Ariyatno, warga meminta agar kolong jembatan bisa dibangun lebih tinggi supaya sepeda motor bisa lewat. Namun kenyataanya, ukuran lebar maupun tinggi kolong justru semakin berkurang.

Menurut pengakuan Ariyatno, jembatan penyeberangan bawah kolong ini sudah ada sejak ia lahir. Mbah Parjan, kakeknyalah yang pertama kali membuat jembatan ini pada zaman Belanda dengan menggunakan matrial bambu. Pekerjaan Mbah Parjan sebagai pembuat batu bata, membuatnya seringkali harus menyeberang jalan raya dari rumahnya yang ada disisi timur jalan menuju persawahan di bagian barat jalan raya.

"Karena harus bolak-balik, sedangkan menyeberang jalan ini butuh waktu lama apalagi jika sedang bawa keranjang rumput. Muncullah ide Mbah Parjan membuat jembatan penyeberangan ini," kata Ariyatno.

Jembatan penyeberangan ini, kata Ariyatno, beberapa kali diperbaiki oleh warga untuk mengganti kayu-kayunya yang lapuk. Kerusakan terparah pernah terjadi saat sungai di bawahnya diterjang banjir bandang beberapa tahun yang lalu.

Warga berharap pemerintah bisa membangunkan sebuah jembatan penyeberangan yang layak dan lebih aman. 

Jumat, 11 Mei 2012

Korban Gamalama Ditanggung Pemkot
Aktivitas Gunung Gamalama kembali menurun, Senin (12/12/2011), sehari pascaletusan kedua Minggu petang. Erupsi gunung setinggi 1.715 meter di atas permukaan laut itu fluktuatif karena kondisinya belum stabil.
TERNATE — Pemerintah Daerah Kota Ternate, Maluku Utara, membantu meringankan korban banjir lahar dingin Gunung Gamalama dengan menanggung seluruh biaya pengobatan. Adapun bagi korban meninggal, Pemerintah Kota Ternate juga turut menyantuninya.

Wakil Wali Kota Ternate Arifin Djafar, Kamis (10/5/2012), mengatakan, pihaknya akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi korban banjir lahar dingin yang saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Daerah Hasan Bousoiri, Ternate. "Untuk korban meninggal kami menyantuni keluarganya," kata Arifin.

Dia menambahkan, setiap korban meninggal disantuni sebesar Rp 5 juta. Korban luka-luka yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Daerah Hasan Buosiri sebanyak 13 orang.

Sementara itu ratusan jiwa lainnya hingga kini masih bertahan dipengungsian. Total pengungsi yang menyebar di beberapa tempat di Kota Ternate mencapai 175 kepala keluarga atau 696 jiwa. Korban meninggal hingga saat ini dilaporkan sebanyak 5 orang, dan 9 orang masih dinyatakan hilang karena belum ditemukan. Upaya pencarian korban hilang masih tetap dilakukan. 

Kamis, 10 Mei 2012

Puing Sukhoi Terlihat di Tebing Gunung Salak
 
 Pesawat Sukhoi Superjet 100
JAKARTA —  Tim SAR Udara yang menggunakan helikopter mengatakan telah melihat puing pesawat Sukhoi Superjet 100 di daerah Cidahu, kawasan Kabupaten Bogor, di tebing Gunung Salak. Pesawat terlihat di pinggir tebing, di daerah yang diduga agak sulit dijangkau lewat jalan darat.

Mayor Ali Umri Lubis, Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Atang Sendjaja, Bogor, dalam wawancara di Metro TV menyatakan, pesawat berada di ketinggian 5.500 kaki di atas permukaan laut (atau di ketinggian sekitar 1.676 meter). "Titiknya sudah kami ketahui. Akan tetapi, kondisi pesawat masih belum jelas karena kami melihat dari ketinggian," kata Mayor Ali.
Pesawat Sukhoi Superjet 100 dengan nomor penerbangan RA36801 hilang kontak pada koordinat 06° 43' 08" Lintang Selatan dan 106° 43' 15" Bujur Timur. Koordinat itu diperkirakan dekat Cidahu, Gunung Salak.

Penerbangan yang dilakukan pesawat milik Rusia tersebut merupakan bagian dari demonstrasi penerbangan yang diselenggarakan oleh PT Trimargarekatama. Perusahaan tersebut merupakan agen yang memperkenalkan pesawat Sukhoi kepada perusahaan penerbangan di Indonesia.

Pesawat tersebut melakukan penerbangan sebanyak dua kali. Penerbangan pertama dari Halim Perdanakusuma menuju Pelabuhan Ratu pukul 12.00 WIB dengan penumpang pebisnis di bidang penerbangan. Setelah terbang sekitar 35 hingga 45 menit, pesawat pun kembali ke Halim Perdanakusuma dalam kondisi selamat.

Penerbangan kedua dilakukan pukul 14.12 WIB dengan mengangkut hampir 50 orang. Delapan orang di antaranya merupakan awak pesawat warga Rusia. Penumpang lainnya dari media massa dan utusan perusahaan di bidang penerbangan.

Medan pencarian pesawat Sukhoi di Gunung Salak dipastikan sangat berat karena vegetasi yang sangat lebat dengan kontur yang ekstrem. Kesulitan lainnya adalah faktor cuaca yang buruk berupa kabut dan hujan yang sering terjadi di gunung tersebut.

Rabu, 09 Mei 2012

173 Kepala Daerah Hasil Pilkada Tersangkut Korupsi
 
 Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin
DENPASAR — Pemilihan kepala daerah secara langsung yang telah berjalan sekitar delapan tahun ternyata banyak melahirkan pemimpin-pemimpin korup. Sedikitnya 173 kepala daerah, yang dipilih secara langsung dalam pilkada, tersangkut kasus korupsi.
Jumlah ini 37 persen dari total kepala daerah yang dipilih langsung. Ekses negatif dari pilkada langsung adalah kecenderungan munculnya politik uang sehingga memaksa pemimpin terpilih untuk berusaha mengembalikan "modal" saat menjabat.
"Money politic sangat tinggi dan memaksa orang yang terpilih harus mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan," ujar Wakil Ketua MPR Lukman Hakim dalam seminar bertajuk "Tinjauan terhadap Pemilukada Langsung dalam Rangka Penguatan Sistem Demokrasi dan Otonomi Daerah" di Denpasar, Selasa (8/5/2012).
MPR kini tengah mencari formula yang tepat agar pilkada langsung terhindar dari beragam ekses negatif, khususnya politik uang. "Tujuan pemilukada langsung sebenarnya sangat baik agar kedaulatan rakyat dapat terpenuhi. Namun, sistem ini harus menjamin munculnya kepala daerah yang berkompeten dan memiliki kemampuan untuk untuk mengelola daerah," kata Lukman.
Ketua Panitia Perancang Undang-Undang Dewan Perwakilan Daerah RI Wayan Sudhirta juga sepakat bahwa sistem pilkada langsung ini tetap berjalan karena masyarakat dapat menentukan pemimpinnya sendiri. Ia mengatakan, solusi sementara atas masalah politik uang dalam pilkada ini dapat dilakukan, salah satunya dengan memperketat aturan kampanye. "Teknis kampanye juga harus dibatasi, misalnya dengan melarang kampanye terbuka dan dibatasi hanya kampanye dialogis," jelas Sudhirta.
Ditolak, Acara Irshad Manji di UGM Batal
 
Irshad Manji, warga negara Kanada, Director of the Moral Courage Project di New York University dievakuasi oleh Polisi saat FPI membubarkan acara kuliah umum dan peluncuran buku "Allah, Liberty, and Love" di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (4/5/2012). Alasan FPI membubarkan acara ini dan mengusir Irshad Manji adalah terdapat paham kebebasan homo dan lesbian dalam bukunya.


YOGYAKARTA - Intelektual Muslim asal Kanada, Irshad Manji kembali ditolak. Hari ini, Rabu (9/5/2012) giliran puluhan mahasiswa yang tergabung Aliansi Gerakan Jogja Peduli Moral Bangsa menolaknya.

Sedianya, Irshad Manji akan menjadi pembicara dalam bedah buku "Allah, Liberty, and Love", di gedung Pascasarjana Universitas Gajah Mada sekitar 08.30 WIB. Acara bedah buku dibatalkan dengan alasan kondisi keamanan. Meski demikian, Irshad Manji masih dijadwalkan mengisi acara bedah buku di Universitan Islam Negeri Yogyakarta sekitar 13.00 WIB.

Koordinator aksi, Syamsul Muhamad mengatakan, Irshad Manji, merupakan orang Islam yang menjelek-jelekkan agamanya sendiri. Dia menilai, Irshad Manji menodai agama dengan tulisan-tulisannya. "Irshad Manji mendiskreditkan Alquran dan mengolok-olok nabi," kata Syamsul Mohamad.

Sementara, salah satu anggota pengunjukrasa, Imroatul Mukhlishoh menilai, Irsyad Manji gencar mengkampanyekan serta melegalkan budaya lesbi dan homoseksual di seluruh dunia. "Irshad Manji merupakan tokoh homoseksual yang hendak membawa Islam seakan menghalalkan perilaku tersebut," kata Imroatul.

Selain itu, ia juga menilai, pemikiran Irshad Manji bertentangan dengan hukum dan budaya negara Indonesia. "Kedatangan Irsyad Manji ke Yogyakarta dapat menimbulkan dampak negatif terhadap pemikiran dan tingkah laku masyarakat," tutur Imroatul.

Hal yang sama juga diserukan oleh Syahab Hizbut Tahrir Indonesia bahwa buku berjudul Allah, Liberty, and Love merupakan bencana kemanusiaan. "Buku karangan Irsyad menyebabkan kerusakan kompleks, mulai dari kerusakan moral, pikiran, agama, masyarakat hingga kerusakan generasi," ungkap koordinator lapangan Syahab Hizbut Tahrir Indonesia, Yayan.

Selasa, 08 Mei 2012

Bupati Tanahdatar Tidak Tahu Perizinan Penjualan Bahan Bakar
 
Warga dan tukang ojek bersantai di warung dan kios bensin eceran
TANAHDATAR - Bupati Tanahdatar, M. Shadiq Pasadigoe mengatakan dirinya tidak tahu perizinan penjualan bahan bakar eceran di tingkat masyarakat.
Hal itu terkait dengan terbakarnya kedai penjual bensin eceran yang di sebagian wilayah Sumatera lazim disebut Pertamini pada Senin (7/5/2012) malam di Jorong Padang Datar, Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanahdatar, Sumbar.
Kebakaran itu lantas memicu meledaknya mobil pemadam kebakaran yang tengah melakukan upaya pemadaman. Shadiq, usai menengok para korban di RS UD Prof. Dr. MA Hanafiah SM, Batusangkar, Kabupaten Tanahdatar, Sumbar mengatakan, dirinya selama ini mengira usaha penjualan bensin eceran itu memiliki izin. Namun perkiraan Shadiq rupanya salah.
"Selanjutnya akan kita atur dengan tegas (penjualan bensin eceran)," ujar Shadiq. Namun Shadiq belum bisa memastikan seperti apa aturan tegas yang dimaksud.
Kebakaran yang menyulut rentetan ledakan itu menewaskan seorang warga. Sementara tidak kurang 60 korban menderita luka bakar berbagai tingkatan.
Para korban merupakan warga yang sebelumnya menonton upaya pemadaman api. Sebagian korban diketahui berada di sekitar mobil pemadam kebakaran karena menganggap sebagai lokasi perlindungan yang relatif aman dari kemungkinan tersambar ledakan.    

Senin, 07 Mei 2012

Akibat Obat Nyamuk, Bocah SD Terpanggang
 Diduga lalai mematikan obat nyamuk, Abdul Karim (8) bocah SD asal Desa Kanduruhan Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, tewas terpanggang.
PASURUAN - Abdul Karim (8), seorang bocah asal Desa Kanduruhan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tewas mengenaskan setelah terpanggang di dalam rumahnya sendiri, Senin (7/5/2012). Diduga api berasal dari obat nyamuk yang menjalar ke kasur saat ia ditinggal oleh orangtuanya ke luar rumah.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kejadian yang merenggut nyawa bocah yang masih duduk kelas sekolah dasar itu berlangsung kurang dari setengah jam. Saat orang tua korban, Surono (50) meninggalkan anaknya sendirian di atas kasur dalam keadaan tertidur pulas, dengan obat nyamuk masih menyala.

Selang satu jam, kobaran api pun melahap seluruh isi rumah yang masih semi permanen itu. "Karena kondisi kompor maupun listrik juga tidak ada masalah, yang terakhir itu ada obat nyamuk masih menyala," ujar Salim, salah satu warga di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, sejumlah polisi dari unit identifikasi Polres Pasuruan hanya melakukan visum luar, karena pihak keluarga menginginkan korban segera dimakamkan. "Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dalam peristiwa ini. Karena sat itu korban tinggal sendiri dan bangun agak siang, karena liburan sekolah ada gelar UN. Jadi murni terbakar karena kecelakaan," ujar AKP Firman dari Polres Pasuruan.

Minggu, 06 Mei 2012

Lima Penumpang Angkot Nyaris Terbakar
 ILUSTRASI
PADANG - Lima penumpang angkutan kota (angkot) jurusan Pasar Raya-Lapai nyaris terbakar, setelah kendaraan yang mereka tumpangi hangus dilalap api di Jalan Rasuna Said Kota Padang, Sabtu (5/5/12).

Sariman, sopir angktuan tersebut mengungkapkan, sumber api berasal dari aki di bawah tempat duduk sopir angkutan bernomor polisi BA 2899 JE itu.

"Pertama sekali keluar kepulan asap yang diketahui penumpang di belakang, lalu saya berhenti dan api kemudian membesar, sehingga seluruh penumpang turun," katanya.

Peristiwa itu terjadi saat ia hendak membawa penumpang dari Pasar Raya menunju Lapai. Api semakin membesar ketika menyambar bensin di sekitar mesin. Ia kemudian berupaya memadamkan api dengan kain basah, namun usaha itu sia-sia karena api semakin membesar.

Tak lama berselang, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian yang hanya berjarak sekitar 400 meter dari Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang. Api berhasil dijinakkan sekitar 15 menit berselang.

Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian diperkirakan sebesar Rp 2 juta. Kejadian itu sempat memacetkan arus lalu lintas di Jalan Rasuna Said karena banyaknya pengendara yang berhenti untuk menyaksikan kejadian itu.

Jumat, 04 Mei 2012

Ayah Angkat Jual Bocah 12 Tahun ke Lokalisasi
Tersangka perdagangan bocah di bawah umur diamankan di Mapolda Jatim, Jumat (4/5/2012). 
SURABAYA,  - MR (40), tersangka pelaku perdagangan manusia terhadap IR (12), bocah kelas VI SD asal Desa Sapulante, Kecamatan Paserpan, Kabupaten Pasuruan ternyata sempat menjual IR hingga ke sebuah lokalisasi Kalimantan Tengah. Karena kerap terjadi razia Pekerja Seks Komersial, korban akhirnya dipulangkan kepada MR yang tidak lain adalah ayah angkat IR.

Kepala bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Hilman Thayib, Jumat (4/5/2012) menjelaskan, dari Kalteng tersangka lalu mencoba menawarkan korban ke komplek lokalisasi Moroseneng di Surabaya. ''Di Moroseneng, korban ditolak karena masih belum cukup umur,'' katanya kepada wartawan.

Ditolak di Surabaya, baru tersangka menawarkannya kepada SI, seorang pemilik wisma di komplek lokalisasi Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. ''Saat menyerahkan korban, pemilik wisma memberi uang kepada tersangka Rp 500 ribu,'' ujarnya.

MR dan SI ditangkap beserta barang bukti berupa buku catatan hasil penjualan orang, kartu identitas tersangka dan uang senilai Rp 256 ribu. Semuanya kini diamankan Polda Jatim untuk pendalaman pemeriksaan. Kedua tersangka terancam hukuman kurung maksimal 15 tahun penjara karena melanggar Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Hilman meyakini, kasus penjualan anak di bawah umur sebenarnya masih banyak terjadi di komplek lokalisasi. Karena itu, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah untuk lebih ketat lagi melakukan pengawasan kepada komplek lokalisasi dan rumah hiburan. Kasus ini terlacak polisi setelah korban yang juga pernah diperkosa oleh bapak angkatnya itu melarikan diri dari wisma dan melapor ke Polsek Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Beberapa hari kemudian, tersangka MR si penjual, dan SI si pemilik wisma pun ditangkap di kediamannya masing-masing.

Selasa, 01 Mei 2012

Selasa Ini Peletakan Batu Pertama Restorasi Situs Bung Karno
Patung Bung Karno lama dinilai tidak proporsional, sehingga Wakil Presiden Boediono melalui Yayasan Ende Flores merencanakan untuk memugar patung ini. Pencanangan pemugaran sudah dilakukan pada akhir Desember 2010. 

ENDE,  - Selasa (1/5/2012) ini akan dilakukan peletakan batu pertama situs Bung Karno, di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Peletakan batu akan dilakukan oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti.
Restorasi akan dilaksanakan oleh Yayasan Ende Flores (YEF) dengan Ketua Dewan Pembina adalah Wakil Presiden Boediono. YEF memiliki program melestarikan situs bersejarah di Ende, terutama yang berkaitan dengan aktivitas Bung Karno selama menjalani pembuangan politik di Ende tahun 1934-1938.
Diprioritaskan sasaran YEF tahun ini selain merestorasi situs Bung Karno juga merehabilitasi Taman Rendo, tempat di mana Bung Karno biasa beristirahat atau bersantai di bawah pohon sukun. Di bawah pohon sukun itu Bung Karno biasa merenung hingga menemukan inspirasi pokok-pokok pikiran Pancasila.
Wiendu Nuryanti telah tiba di Ende kemarin (Senin), dan turut menghadiri acara seminar nasional bertemakan "Ende, Soekarno dan Indonesia di Abad 21: Pesan Bung Karno untuk Mahasiswa".
Seminar digelar oleh YEF bekerja sama dengan Universitas Flores (Uniflor). Dalam sambutannya Wiendu mengatakan, Ende merupakan satu kantong penting untuk menyuburkan nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan yang telah disemaikan oleh Bung Karno. "Oleh karena itu biarlah dari Ende semangat itu dikorbarkan ke seluruh nusantara," kata Wiendu.

Senin, 30 April 2012

Kecelakaan di Tol Purbaleunyi, Anak 8 Tahun Tewas
Jalan tol Purbaleunyi.


PURWAKARTA - Seorang anak, Hendrik (8), tewas setelah mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di Kilometer 100+200 Tol Purbaleunyi di daerah perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Purwakarta, Jawa Barat, Senin (30/4/2012) pagi ini.

Empat penumpang lain, yakni Ny Titin (42), Egi (25), Edi (39), dan Agus Badru Zaman (41), mengalami luka-luka. Seluruh korban dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Etaham Purwakarta dan polisi masih menangani kecelakaan tersebut.

Para korban beralamat di Kampung Tambak Baya, RT 12/4 Desa Marga Laksana, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. Jenazah Hendrik tengah disemayamkan di kamar jenazah, sementara empat lainnya sedang menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat RS Efarina Etaham.

Minggu, 29 April 2012

Pendaki yang Terperosok di Merapi Berhasil Dievakuasi
 ILUSTRASI


BOYOLALI — Tim SAR gabungan asal Kabupaten Boyolali berhasil mengevakuasi pendaki Jumiko Apriansyah (19), mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta, yang terperosok di puncak Gunung Merapi, Sabtu (28/4/2012) malam.

Tim SAR berhasil mengevakuasi Jumiko yang mengalami patah tulang pada pergelangan tangan, dan bengkak di bagian kaki. Korban tiba di basecamp New Selo di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, sekitar pukul 23.00, menurut anggota Tim SAR Barameru Desa Lencoh, Samsuri, di Boyolali, Minggu (29/4/2012).

Jumiko merupakan warga Dusun Ngrawuh Karang Rayung Grobogan. Dia bersama tiga temannya, yakni Basofi Musoni asal Madiun; Fahmi Asidiqi asal Ciamis; dan Muh Nurwahid asal Kebumen. Setibanya di basecamp New Selo, dia kemudian dibawa ke puskesmas setempat.

Tim SAR memerlukan waktu sekitar sembilan jam untuk mengevakuasi korban dari Puncak Merapi hingga ke bawah dengan ditandu.

Jumiko terperosok di lokasi sekitar satu kilometer dari Puncak Merapi. Dia terperosok ke jurang sedalam sekitar 100 meter.

Korban bersama tiga temannya berangkat ke Puncak Merapi melalui pintu pendakian Dukuh Plalangan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo Boyolali, sekitar pukul 06.00. Korban mengalami kecelakaan di sekitar satu kilometer dari puncak pada sekitar pukul 09.00.

Teman korban kemudian memberikan informasi dengan telepon seluler kepada temannya di Selo, dan dilanjutkan ke tim SAR sekitar pukul 12.00. Belasan anggota tim SAR gabungan asal Boyolali langsung melakukan pendakian ke lokasi terperosoknya korban.

Menurut Kepala Polsek Selo Ajun Komisaris Suparma, Jumiko kini masih dirawat di Puskesmas Selo.
Pihak Polsek mengimbau kepada para pendaki yang hendak melakukan pendakian untuk mendaftarkan terlebih dulu identitas kepada petugas untuk menjaga jika ada yang tersesat atau lainnya. Selain itu, para pendaki, terutama yang baru kali pertama melakukan pendakian ke Merapi, diharapkan pergi dengan didampingi oleh mereka yang sudah berpengalaman atau sudah mengetahui jalurnya.

"Para pendaki diminta membawa perlengkapan yang dibutuhkan, jaket tebal dan bahan makanan secukupnya, karena kondisi cuaca di puncak sangat dingin memasuki musim kemarau ini," katanya.

Sabtu, 28 April 2012

Jengkel, Suami Tendang Istri hingga Tewas
ILUSTRASI
YOGYAKARTA Jengkel berakhir malapetaka. Inilah yang terjadi di Seyegan, Sleman, DIY. Sumaryanto (45), warga Jagalan, Margodadi, Seyegan, Sleman, menendang istrinya, Winarsih (40), hingga menyebabkan kematian, Jumat (26/4/2012) sekitar pukul 12.00.

Kepala Polsek Seyegan Ajun Komisaris Supri Purwanto mengatakan, tendangan Sumaryanto yang diduga kuat cukup keras itu mengenai bagian leher istrinya.

Menurut keterangan saksi, lanjut Ajun Komisaris Supri, siang itu, Sumaryanto bersama Winarsih dan kedua anaknya, Peni Puspayanti (19), dan Anggi Puspayanti (11), sedang menonton televisi di rumah. Emosi Sumaryanto tersulut karena istrinya memarahi anaknya. Dia sempat menegur istrinya dan berujung pada pertengkaran antara suami dan istri tersebut.

"Karena pertengkaran tidak kunjung usai, dalam kondisi jengkel, Sumaryanto mendekati istrinya kemudian menendang dengan telapak kaki, mengenai leher istrinya. Seketika istrinya tersungkur, kejang-kejang, dan tidak lama kemudian tubuh Winarsih lemas," kata Supri.

Mengetahui insiden tersebut, beberapa warga langsung melaporkan Sumaryanto ke pihak yang berwajib. "Semula pelaku menolak mengakui perbuatannya. Namun setelah diamankan, akhirnya pelaku menyerah dan mengakui perbuatannya," lanjut Supri.

Untuk sementara, Sumaryanto akan dijerat dengan pasal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pada kematian. "Namun, kami masih akan mendalami kasus ini untuk mengetahui motif yang sesungguhnya. Sementara itu, terdakwa kami amankan di Polres Sleman," kata Supri.

Jumat, 27 April 2012

Nyawa Terancam, Wadir Reserse Narkoba Minta Penangguhan Penahanan
Mantan Wakil Direktur (Wadir) Narkoba Polda Sumut AKBP Apriyanto Basuki Rahmad dalam persidangan di Pengadilan Negeri Medan dalam perkara narkoba, Kamis (26/4/2012).

MEDAN - Menilai keselamatan kliennya terancam, penasihat hukum mantan Wakil Direktur (Wadir) Reserse Narkoba Polda Sumut AKBP Apriyanto Basuki Rahmat meminta hakim mengabulkan permohonan penangguhan penahanan kliennya.

Dikatakan Marudut Simanjuntak, keselamatan perwira menengah itu terancam jika terus menjadi tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Klass I Tanjung Gusta, Medan. "Pada permohonan ini, kami melampirkan rekomendasi penangguhan penahanan dari atasan terdakwa," kata Marudut usai persidangan, Kamis (26/4/2012).

Ketua Majelis Hakim Asban Panjaitan menyatakan pihaknya belum bisa membuat keputusan. "Kami akan pelajari terlebih dulu," ucapnya.

Marudut menyatakan, sebagai perwira menengah polisi yang masih aktif, keselamatan terdakwa bisa terancam jika para terpidana perkara narkoba menaruh dendam. "Atasan terdakwa yang memberi rekomendasi itu, Wakapolda Brigjen Pol Cornelis Hutagaol," kata Marudut.

Terdakwa menjadi tahanan setelah Polda Sumut melimpahkan perkaranya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, pada Kamis (12/4/2012) lalu. Sejak itu, dia dan tiga tersangka lainnya menjadi penghuni Rutan. Sebelumnya, saat disidik di Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, hanya terdakwa yang tidak ditahan.

Jaksa mendakwa Apriyanto melanggar Pasal 62 jo 71 ayat (1) atau Pasal 60 ayat (2) jo Pasal 71 ayat (1) atau Pasal 60 ayat (3) jo Pasal 60 ayat (5) atau Pasal 65 UU 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Terdakwa dan penasehat hukumnya tidak melakukan bantahan terhadap dakwaan jaksa (eksepsi) dan meminta sidang dilanjutkan dengan keterangan saksi dan bukti. Namun jaksa belum bisa menghadirkannya dan mengatakan bahwa Kamis pekan depan, pihaknya akan menghadirkan empat orang saksi.

Untuk menghindari komsumsi publik, terdakwa sempat duduk lama di ruang tunggu jaksa, sampai akhirnya dikawal penjaga tahanan menuju ruang sel sementara PN Medan.

Kamis, 26 April 2012

Soal BBM, Warga Pertanyakan Keberadaan Pemerintah
Antrean kendaraan bermotor terlihat di SPBU Jalan Mahir Mahar, Palangkaraya, Kalimantan Tengah
PALANGKARAYA -- Warga Kalimantan Tengah mempertanyakan keberadaan pemerintah di tengah persoalan antrean pembeli bahan bakar minyak (BBM) yang kian tak teratasi. Mereka menilai pemerintah seakan tidak ada meski antrean panjang pembeli BBM sudah jelas terlihat di depan mata.
Antrean panjang misalnya terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) Jalan G Obos, Jalan RTA Milono, dan Jalan S Parman, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (26/4/2012). Panjang atrean bisa mencapai tiga kilometer. Sementara, para pedagang eceran bebas menjual BBM di tepi jalan di Palangkaraya.
"Saya bertanya-tanya, kenapa pemerintah seolah tak hadir saat masyarakat kesulitan dan persoalan BBM sudah nyata di depan mata. Pemerintah tampaknya gamang untuk menyikapi harga BBM," kata Kuswinarno (42), warga Jalan Rajawali.
Ia menyatakan tak keberatan jika harga BBM dinaikkan asalkan antrean bisa diatasi. "Pada awalnya, gejolak pasti terjadi tapi tak apa-apa kalau antrean bisa berkurang. Sekarang, pedagang eceran bebas menjual BBM. Dari mana BBM itu kalau bukan ikut mengantre," tuturnya.
Gunawan (26), warga Jalan MT Haryono, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, mengungkapkan bahwa antrean panjang pembeli BBM sudah berlangsung sekitar satu tahun. Sementara, pedagang BBM eceran dibiarkan bebas berjualan di kios-kios kecil di tepi jalan.
"Ke mana pemerintah saat masalah antrean panjang BBM sudah tak bisa dipungkiri lagi menyengsarakan masyarakat," kata Gunawan.

Rabu, 25 April 2012

2014, Enggano Terhubung Lewat Udara
 
Pantai Humo merupakan salah satu pantai pasir putih yang paling indah di Pulau Enggano. Keindahan itu dilengkapi dengan hutan yang masih dihuni burung beraneka jenis.
BENGKULU - Pada tahun 2014 nanti salah satu pulau terluar di pesisir barat Sumatera yakni Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, akan memiliki bandar udara . Infrastruktur ini, diharapkan semakin meningkatkan akses menuju pulau yang dihuni 890 keluarga tersebut.
Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Provinsi Bengkulu, Budi Djatmiko, Rabu (25/4/2012), mengatakan, tahun ini pembangunan landas pacu bandara di Enggano sepanjang 1.400 meter akan selesai.
"Akhir 2012 akan ada uji coba landas pacu menggunakan pesawat kalibrasi dari Direktorat Perhubungan Udara, ujarnya.
Setelah itu, pada tahun 2013 hingga 2014, pembangunan terminal dan fasilitas pendukung lainnya dimulai. Nantinya, bandara yang terletak di Desa Banjarsari itu, dapat didarati pesawat jenis Cessna, Fokker, dan Casa.
Budi berharap, terhubungnya Enggano melalui jalur udara semakin membuka akses wilayah pesisir barat Sumatera, terutama pulau-pulau terluar. Sejauh ini di wilayah pesisir barat Sumatera, terutama Bengkulu, hanya ada satu rute penerbangan perintis yang dilayani maskapai Nusantara Buana Airlines, yakni rute Bengkulu-Mukomuko-Padang.
Selama ini, satu-satunya transportasi yang menjadi andalan dari dan ke Enggano ialah melalui jalur laut. Jika cuaca baik, jarak ke Enggano sejauh 106 mil laut dapat di tempuh dari Bengkulu sekitar 10 jam, dengan harga tiket Rp 49.000 per orang. Ketika cuaca buruk, waktu tempuh bisa lebih lama bahkan kapal memungkinkan untuk tidak berangkat.
Terdapat kapal feri jenis ro-ro (roll-on roll-off) dan kapal perintis, untuk menyeberang dari pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu. Dalam seminggu KM Pulo Tello berangkat ke Enggano dua kali, yakni Selasa dan Jumat, dan berlabuh di pelabuhan Kahyapu, Enggano. Sementara kapal perintis berlabuh di pelabuhan Malakoni, Enggano.
Sementara infrastruktur transportasi udara sedang dibangun, PT Angkutan Sungai, Danau, Penyeberangan (ASDP) Ferry Indonesia Cabang Bengkulu terus meningkatkan pelayanannya. KM Pulo Tello yang selama ini dipakai untuk menyeberang dari Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu, ke Enggano sudah selesai diperbaiki.
Menurut Manajer Operasional dan Pemeliharaan PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Bengkulu, Samiun, tahun ini ASDP Ferry Indonesia menargetkan sebanyak 154 trip ke Enggano dengan total pendapatan Rp 1 miliar.

Selasa, 24 April 2012

Kebun Sawit Dibiarkan Terlantar
Pekebunan kelapa sawit.
MERAUKE - Kebun sawit seluas 400 hektar di Distrik Elikobel dan Ulilin, Merauke, Provinsi Papua, telantar.
Pohon-pohon sawit yang ditanam sejak tahun 2002 lalu, selama tiga tahun terakhir ini dibiarkan tidak terawat, karena kesulitan menjual hasil panen.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Merauke, Effendi Kanan, Selasa (24/4/2012), mengatakan, dari 400 hektar kebun itu lahan seluas 60 hektar di antaranya milik Pemkab Merauke dan 360 hektar milik masyarakat.
"Sudah tiga tahun ini tidak dibiayai lagi," katanya.
Kendala utama yang dihadapi adalah jauhnya jarak antara lokasi perkebunan dengan pabrik pengolahan sawit di Asiki, Kabupaten Boven Digoel, yakni sekitar 100 kilometer. Kondisi itu menyebabkan biaya transportasi sangat tinggi, sehingga dinilai tidak lagi menguntungkan.
Effendi mengatakan, satu-satunya cara untuk menyelematkan perkebunan sawit itu yakni mendatangkan satu investor yang mau membangun pabrik pengolahan kelapa sawit di dekat perkebunan.